PROLOGUE

THE DAY OF REBIRTH

Sebuah planet, dimana terletak di salah satu galaksi terbesar alam semesta sedang dalam kondisi memprihatinkan. Selain kekeringan abadi, di dalamnya hampir semua makhluk hidup mulai punah. Tinggal menunggu waktu hingga planet ini menghilang dari peredaran orbit. Suatu malam, sesuatu yang keras, besar, dan bercahaya melaju dengan kencang menuju planet. Sebuah meteor yang sangat besar menabrak permukaan planet dan mendarat di tengah lautan dengan suara memekakkan telinga. Kedatangannya mengundang perhatian dari sisa penghuni yang ada dan mereka berbondong-bondong mendekati benda asing tersebut. Tak ada reaksi, hingga beberapa saat kemudian benda itu mulai bergemuruh. Dari dalamnya muncul berbagai macam makhluk hidup. Di masa ini hingga seterusnya, mereka lah penghuni planet hingga akhir zaman. Selama tujuh hari kejadian ini berlangsung hingga benda itu mengecil dan tenggelam ke dalam lautan. Dalam kurun waktu hingga sepuluh ribu tahun planet ini kembali hijau dan mendapatkan kembali keindahannya. Semua makhluk yang hidup di dalamnya hidup dalam kedamaian dan senantiasa menjaga kelangsungan hidup rumah baru mereka itu. Hal ini dicatat sejarah dalam sebuah prasasti yang diberi nama berdasarkan nama yang diberikan pada benda asing itu, Diat Crede atau dalam bahasa kita disebut Cradle of Life.

THE WARS INSIDE

Disamping segala kenyamanan hidup yang sudah terjalin hingga saat ini, di dalam planet mulai muncul konflik-konflik. Bagaimana beberapa ras merasa superior, merasa paling hebat, menginginkan dirinya menjadi yang berkuasa atas alam semesta, saling menghancurkan, memberi teror dan memperebutkan kekuasaan. Perang. Itu adalah kata kuncinya. Dari semua perang yang tercatat dalam sejarah, mungkin perang antara ras spiritual GeneHva dengan Elven adalah perang terbesar dan menguras energi. GeneHva adalah ras yang bisa dikatakan nyaris sempurna, karena bisa hidup hingga jutaan tahun, dan tetap hidup walaupun tubuh fananya mati. Mereka arogan, sombong dan merendahkan ras yang lain. Tapi tidak semua GeneHva berpikir sama. Masih ada yang berpikir bahwa porsi mereka setara dengan ras lain di planet. Mereka juga punya keterbatasan. Adalah salah satu GeneHva bernama Odine mencetuskan ide untuk membuka diri dan berkomunikasi. Pada awalnya, yang menangkap sinyal komunikasi mereka adalah ras Elven dan hal itu disambut dengan baik. Usaha Odine ini ditentang oleh sekelompok GeneHva lain yang dipimpin oleh seorang bernama Haedus. Dia masih menganggap bahwa tidak sepatutnya ras “dewa” seperti GeneHva berkomunikasi dengan ras lain. Berbagai cara dilakukan untuk meyakinkan Haedus bahwa pemikirannya salah. Tapi dia tetap menentang dan mengancam akan memulai perang. Suatu masa, lahir empat orang manusia yang akhirnya diangkat sebagai perwakilan ras sempurna yang diharapkan menjadi jembatan perdamaian dunia. Manhya Edenoa, Naza Rheynox, Surien Dragnte, dan Elfaang Nagare adalah nama mereka dan mendapatkan julukan the Great Four Magician. Bersama mereka menghentikan semua peperangan di planet, dengan bantuan dari ras Elven dan GeneHva dibawah pimpinan Odine. Semua peperangan yang terjadi membuat planet dalam keadaan kritis. Banyaknya darah yang tumpah, korban yang bergelimpangan membuat planet serasa menangis. Kondisinya melemah, dan menginfeksi penghuninya. The Great Four Magician mencari sisa dari Diat Crede dan  mereka membuat sebuah Relic yang akan menopang kehidupan Planet, dengan harapan bahwa usaha terakhir mereka dengan menggunakan batu kehidupan itu bisa membantu. Mereka menamainya Nine Lives. Hasilnya, dengan keberadaan Relic itu, planet berangsur-angsur normal kembali.

Rupanya kehebatan Relic ini didengar oleh Haedus. Secara terang-terangan dia meminta Relic itu. Bahkan tak segan dia mengancam akan merebutnya dengan paksa. Tentu saja hal ini ditolak oleh semua pihak. Dan terjadilah, perang terbesar dalam sejarah untuk mempertahankan Nine Lives di sebuah daratan yang nantinya disebut daratan Maddickia. Dalam perang ini korban dari kedua belah pihak sangat banyak berjatuhan. Dan sebagai puncaknya Odine membuat sebuah segel dan mengurung Haedus di dalamnya. Sebelum tersedot masuk, Haedus bersumpah bahwa dia akan kembali lagi melalui ras sempurna dan akan menulis ulang sejarah. Odine melemparkan segel tersebut ke dunia bawah dan menguncinya.

THE CORE OF HISTORY

Kedamaian kembali terjalin. Sebagai pengingat atas semua peperangan yang terjadi dibangunlah sebuah kota besar di tempat jatuhnya Diat Crede. Kota itu berwujud gugusan batu besar yang dikelilingi delapan gugusan batu yang merupakan bagian dari kota utama. Dan di puncak kota utama ditanam sebuah pohon dari negeri Elven yang sangat besar dan mengalirkan energi positif kedalamnya.

Tempat ini juga merupakan tempat dimana Relic buatan the Great Four Magician disimpan. Oleh mereka, Relic ini ditempatkan di sebuah tempat dimana tidak ada orang atau satu makhlukpun yang bisa membukanya. Oleh Manhya, dia membuat pengecualian dimana menurut ramalannya hanya ada tiga orang yang bisa membukanya. Tiga orang yang penuh dengan cahaya. Semua berjalan lancar hingga beratus tahun dan kota itu semakin berkembang dengan pesatnya.

Di dalam penjaranya di dunia bawah, Haedus mengumpulkan kekuatan untuk membalas dendam dan meyusun tentara yang sangat banyak. Hingga suatu saat ada orang yang penasaran dan tidak sengaja membuka segel penjaranya setelah tidak sengaja menemukannya. Melalui tipu dayanya, Haedus berhasil keluar dari penjaranya dan berdiam didalam tubuh  orang itu. Sedikit demi sedikit dia mencari informasi keberadaan Nine lives dan terus berdiam untuk menanti saat yang tepat untuk keluar.